Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Bagaimana Memahami Antara Hadits Memohon Syahid dan Larangan Berharap Bertemu Musuh

➖TANYA JAWAB➖➖➖ Bagaimana memahami antara hadits memohon syahid dan larangan berharap bertemu musuh ❓Tanya: Bagaimana memahami hadits مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ لَا تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ وَإذَا لَقِيْتُمُوْهُمْ فَاصْبِرُوْا 🔀Dhahirnya bagi ana kedua hadits tersebut terdapat kontradiksi. ⭕Jawab: 💺Oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari hafizhahullah ☝Dimana letak kontradisksinya? Tidak ada sama sekali. Tidak ada kontradiksi diantara kedua riwayat ini. مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ 🔆Siapa yang memohon agar dimatikan sebagai seorang syahid dengan penuh kejujuran, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengumpulkan dia dalam kedudukan bersama dengan para syuhada. 👉Dia memohon kepada Allah dengan penuh kejujuran, agar dimatikan sebagai syahid. Dan kita semua berharap. Tetapi apakah kita mengharap: “Hei, kapan datang musuh? Kita perang, kapan ada musu